Posted: 24 Agustus 2011 in Jasa Survey

I. PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Dalam rangka perencanaan eksplorasi suatu areal tambang batu bara, mutlak diperlukan peta topography skala 1:1.000 pada areal tersebut.

Hal ini dikarenakan dengan peta topography tersebut akan dapat dihitung dan ditentukan besarnya kandungan/deposit batubara yang dapat diambil dan diolah menjadi bahan bakar batubara dan sebagai acuan untuk study AMDAL.

Selain itu peta topografi ini mutlak diperlukan untuk perencanaan Infra structure, lubang galian tambang, serta penutupan tambang.

Untuk itu perlu dilakukan pengukuran topography hingga dihasilkan peta topography yang akurat yang disajikan dengan skala yang dikehendaki, serta data topography digital dalam format yang disesuaikan dengan software yang digunakan oleh owner dan kontraktor.

1.2       Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan pelaksanaan survey topography ini adalah mengadakan pengukuran secara langsung dilapangan dengan menggunakan peralatan ukur geodetic untuk mendapatkan data ketinggian titik-titik pada seluruh areal tambang, lengkap dengan semua bangunan, sarana prasarana yang ada dalam areal tersebut, untuk kemudian disajikan dalam bentuk peta topography dengan skala
1 : 1000, dan data topografi digital dalam format yang disesuaikan dengan software yang digunakan oleh owner dan kontraktor.

1.3       Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan survey topography ini meliputi beberapa pekerjaan sebagai berikut :

  1. Persiapan
  2. Pemasangan dan pengukuran BM
  3. Pengukuran Topography
  4. Pengolahan data dan pencetakan gambar
  5. Laporan

1.4       Diskripsi Lokasi

Lokasi proyek dengan pengamatan Google Earth terletak di Desa………………………….

Lokasi Survey Sinamar, Muarobungo, Jambi

1.5       Hasil Akhir Pekerjaan

Hasil akhir pekerjaan survey topography meliputi :

  1. Peta Topography lengkap dengan bangunan existing dilengkapi dengan garis kontur dengan interval 1 meter, disajikan dalam bentuk peta digital dalam format yang dikehendaki (misalnya: Terramodel; Geocomp; AutoCad 2D&3D; DXF; Surpac; Ascii) dan hard copy skala 1:1.000  dan skala 1:5000 pada kertas HVS dan kalkir ukuran A0 sebanyak 2 set.
  2. Bench Mark yang dipasang di lapangan sebanyak lebih kurang
    4 ( Empat) buah.

II.  METODOLOGI PELAKSANAAN

Secara garis besar proses dan metodologi pelaksanaan survey topography terdiri atas kegiatan sebagai berikut :

  1. Persiapan :
  2. Survey Lapangan :
  3. Data Processing dan Penggambaran

2.1       Persiapan

Pekerjaan persiapan meliputi:

  1. Persiapan administrasi maupun persiapan teknis yang dilakukan baik sebelum mobilisasi (persiapan di kantor)
  2. Persiapan setelah sampai di lokasi (persiapan di lapangan)

2.1.1.Persiapan di Kantor

  1. Persiapan administrasi, yaitu :

-          Pengurusan surat pengantar

-          Surat tugas personel

-          Dan lain-lain

  1. Inventarisasi data existing :

-  Pengadaan data titik referensi yang terdekat di lokasi dari Bakosurtanal jika ada

-  Inventarisasi data lainya

  1. Persiapan/koordinasi personel tim survey
  1. Pengadaan perlengkapan survey dan perlengkapan untuk personel,
  2. Kalibrasi  peralatan

Semua peralatan ukur yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan pengukuran dilakukan kalibrasi sehingga memenuhi standar yang ditetapkan

2.1.2.Persiapan di Lapangan.

Persiapan di lapangan adalah semua persiapan teknis maupun non teknis yang menunjang pelaksanaan survey topography, yaitu antara lain :

  1. Koordinasi dengan pihak Kantor Pengelola Areal tambang Batu bara.
  2. Pengadaan Base Camp
  3. Pengadaan personel pembantu lapangan atau tenaga local
  4. Pengadaan bahan, material pembuatan BM dan patok kayu
  5. Pengadaan sarana transportasi untuk operasional survey.

2.2       Survey Lapangan

Pekerjaan survey lapangan secara garis besar terdiri atas pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

  1. Orientasi Lapangan
  2. Pemasangan Benchmark
  3. Pengukuran Benchmark
  4. Pengukuran Topography dan Situasi

2.2.1  Orientasi Lapangan

Orientasi lapangan atau survey pendahuluan merupakan tahap awal pelaksanaan pengukuran di lapangan, yang tujuannya untuk mengetahui secara pasti batas areal pengukuran, kondisi topography seluruh areal proyek, serta mengetahui semua bangunan existing yang ada, untuk selanjutnya dapat disusun rencana kerja secara detail dan menyeluruh.

Orientasi lapangan dilakukan dengan cara menelusuri seluruh jalan existing yang ada serta batas areal proyek, dan mungkin dapat ditemukan titik patok BM yang mungkin dapat digunakan sebagai referensi pengukuran.

Berdasarkan hasil orientasi lapangan yang telah dilakukan dapat ditentukan rencana, posisi Benchmark, pengukuran detail situasi, batas areal, pegukuran waterpass, dan lain sebagainya.

2.2.2  Pemasangan Bench Mark

Pemasangan Benchmark di lapangan sebagai titik-titik tetap yang mempunyai harga koordinat (x,y) dan ketinggian (z) dalam sistim koordinat peta, dimaksudkan sebagai data yang terpasang dilapangan yang dapat dipergunakan sebagai dasar atau referensi  dalam pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan terkait seperti stake-out design teknis yang telah dibuat, maupun sebagai referensi pekerjaan lainya.

Berdasarkan hasil orientasi lapangan yang telah dilakukan, ditentukan posisi Benchmark  yang akan dipasang. Benchmark dipasang pada tempat-tempat strategis dan menyebar pada seluruh areal proyek.

  1. Patok BM dipasang pada tanah yang keras atau stabil sehingga tidak berubah kedudukanya.
  2. Patok BM dibuat dengan pipa PVC berdiameter 4”.
  3. Pipa PVC tersebut dimasukkan kedalam lubang galian berukuran 30cmX30cm dengan kedalaman disesuaikan dengan kondisi tanah, sampai ditemukan tanah keras (minimum 50cm), yang dipancang dengan pipa besi diameter 1.5” kemudian diisi dengan beton cor didalamnya, dan ditengahnya dipasang baut besi berukuran 12mm yang diberi tanda silang sebagai kepala BM.
  4. Lubang galian diisi dengan beton cor, dan diatasnya dibentuk segiempat dengan ketinggian ±20cm diatas permukaan  tanah.
  5. Tinggi Pipa PVC ±5cm diatas permukaan beton dan kepala baut bertanda silang, harus kelihatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

A. Detail Benchmark

B. Contoh Benhmark

2.2.3  Pengukuran Benchmark dengan GPS

Untuk memperoleh koordinat sistim nasional, Benchmark yang telah terpasang perlu dilakukan pengukuran dengan titik acuan koordinat titik dari bakosurtanal .

-          Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan GPS geodetic untuk memperoleh ketelitian tinggi.

-          Pengukuran dilakukan lebih kurang 4jam setiap titik dan data hasil pengamatan akan dihitung rata-rata.

-          Dari pengatan ini akan dihasilkan koordinat Geographic dan UTM Grid.

2.2.4 Pengukuran Poligon dengan Total Station

Pengukuran poligon ini dimaksudkan untuk menambah  jumlah Benchmark jika diperlukan dan membuat jaringan titik kontrol atau titik referensi yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan pengukuran secara detail, seperti pengukuran batas areal, situasi topography, bangunan exsisting, dan lain sebagainya.

Pelaksanaan pengukuran poligon dilakukan dengan keriteria dan persyaratan sebagai berikut :

  1. Jaringan poligon dibuat membentuk jaringan poligon terikat, dimulai dari dua titik GPS yang telah diketahui koordinatnya melalui pengamatan GPS yaitu GPS 01 dan GPS 02, menuju titik GPS selanjutnya.
  2. Pengukuran poligon dilakukan dengan  menggunakan Theodolite Total Station TC 805 atau Total Station yang sederajat ketelitiannya,
  3. Pengukuran dilakakan dengan cara sistim kipas/radiasi yang mengikat pada jalur polygon, Jarak  antara  jalur  kipas/radiasi  adalah  antara + 50  meter disesuaikan dengan keadaan lapangan dan dapat mengambil poin situasi dengan jarak +25.

2.2.5 Pengukuran Situasi dan Bangunan Existing.

Pengukuran detail situasi dimaksudkan untuk mendapatkan data  posisi planimetris (x,y)  maupun ketinggian (z) dari semua titik-titik  dilapangan, baik itu titik-titik yang mewakili keadaan topografi  kemiringan tanah, detail alam maupun detail bangunan existing yang ada.

Pelaksanaan pengukuran detail situasi dilakukan dengan  kriteria sebagai berikut :

  1. Pengukuran situasi detail dilakukan menggunakan sistim kipas/radiasi dari titik Benchmark, atau titik poligon yang terdekat.
  2. Pada daerah hutan/semak-semak dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pengukuran dengan system kipas/radiasi, maka akan dilakukan dengan menggunakan sistem baseline dan cross section.
  3. Pengukuran situasi detail dilakukan dengan menggunakan Total Station.
  4. Pengukuran posisi bangunan existing dilakukan dengan mengunakan Total Station.
  5. Pengukuran detail situasi meliputi semua bangunan existing, jalan saluran, pagar, jembatan, pintu gerbang, serta sarana lainnya.

2.2.6  Pengukuran Batas Areal

Batas areal adalah merupakan detail situasi yang sangat penting, karena batas areal merupakan batas kepemilikan atau batas pengelolaan tambang batubara tersebut, dengan pertimbangan hal-hal tersebut diatas, maka titik-titik batas areal harus diukur secara akurat.

2.3   Pengolahan data dan Penggambaran

Pekerjaan proses data dan penggambaran meliputi :

  1. Download data lapangan ke Komputer
  2. Pengolahan data dan penggambaran
  3. Pemeriksaan hasil akhir
  4. Koreksi hasil akhir
  5. Pencetakan gambar/plotting

2.3.1  Download Data ke Komputer

Pekerjaan download data ini maksudnya adalah memasukan rekaman data hasil pengukuran di lapangan ke dalam media komputer untuk nantinya akan dilakukan proses penghitungan dan penggambaran.

Dengan cara diatas, faktor kesalahan manusia banyak dapat dikurangi, karena dilakukan secara otomatis tidak melalui input data secara manual.

2.3.2  Pengolahan data dan penggambaran

Pengolahan data adalah pekerjaan mengolah data lapangan menjadi data koordinat dan elevasi (x,y,z).

Dalam hal pengolahan data ini akan dilakukan dengan menggunakan software leica dan AutoCA Land Development, dari data mentah/raw data hingga menjadi peta topografi lengkap dengan kontur secara otomatis.

Karena software tersebut diatas mampu memproses semuanya secara otomatis, maka faktor kesalahan manusia banyak dapat dikurangi.

Pengolahan data meluputi:

-          Pengolahan data GPS

-          Pengolahan data poligon

-          Pengolahan data situasi detail lengkap

-          Melengkapi teks/keterangan-keterangan yang diperlukan

-          Pembuatan kontur

-          Pembuatan peta/pencetakan gambar

2.3.3  Pencetakan gambar/plotting

Setelah Selesai dikoreksi, gambar dicetak dalam skala 1:1000 dan 1:5000 lengkap dengan teks/keterangan dan kontur dengan interval 1m pada kertas HVS dan Kalkir ukuran A0 sebanyak 2set.

Selain dicetak, gambar disimpan juga dalam format yang diinginkan (misalnya: Autocad 2D&3D; DXF).

III.  RENCANA PELAKSANAAN

Berdasarkan data luasan areal serta informasi kondisi areal survey, dapat disusun perkiraan volume pekerjaan, dan dapat disusun jadwal pelaksanaan pekerjaan (time schedule) rencana pelaksanaan pengukuran topography sebagai berikut :

3.1       Volume Pekerjaan

No.

Jenis Pengukuran

Volume

Unit

 1.

 Orientasi Lapangan

100

Ha

 2.

 Pemasangan  Patok BM

4

Bm

 3.

 Pengukuran GPS

4

Titik

 4.

 Pengukuran Situasi Detail

100

Ha

3.2   Jumlah Personel dan Peralatan

Adapun Jumlah dan tanggung jawab personel adalah sebagai berikut :

No.

Jabatan

Tanggung jawab

jumlah

1.

GPS Surveyor

Pengamatan GPS dan Processing data GPS

2 orang

2.

Chip Surveyor

Survey dan Team Leader

1  orang

3.

Surveyor

Survey

2  orang

4.

Tenaga lokal

Membantu pekerjaan survey

10 orang

5.

Data processor

Proses semua data survey hingga menjadi peta

1 orang

Sedangkan peralatan yang dipergunakan adalah sebagai berikut :

No.

Jenis dan Merk

Code

Jumlah

1.

Geodetic GPS

Leica 500

2 Unit

2.

Total Station

Wild TC 805 atau sejenisnya

2 set

3.

Komputer Laptop

Toshiba Satellite L505d

1 buah

4.

Printer

HP f2200

1 buah

GPS Geodetic

TOTAL STAION

3.3       Jadwal Pelaksanaan

Berdasarkan perkiraan, secara keseluruhan pekerjaan akan diselesaikan dalam waktu 30 hari kalender  setelah ditandatanganinya kontrak dan pembayaran 40% telah diterima.

IV.  LAPORAN AKHIR

Laporan akhir berupa buku dan dibuat rangkap 2 yang isinya terdiri dari:

  1. Hard copy.
  2. Softcopy.

4.1       Hardcopy

Hardcopy berupa peta topography skala 1:1000 dan 1:5000, lengkap dengan kontur dengan interval 1m dicetak diatas kertas HVS ukuran A0.

4.2       Softcopy

Softcopy berisi data topography digital lengkap disimpan dalam format yang dikehendaki (misalnya: AutoCad DWG; XLS;).

Softcopy berisi gambar/peta yang sama dengan hardcopy disimpan dalam format Autocad 2D dan PDF

Softcopy di simpan kedalam CD sebanyak 2 set.

Menerima Jasa Survey

Posted: 24 Agustus 2011 in Jasa Survey

p>Menerima :
1. Survey Pemetaan Topografi,
2. Pemetaan Lokasi Aset,
3. Penentuan Batas Kuasa Pertambangan (KP),
4. Survey GPS (Geodetik),
5. Penentuan titik Bench Mark (stake out),
6. Dll

Hello world!

Posted: 24 Agustus 2011 in Jasa Survey

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.